Jumat, 30 November 2012

Desiminasi Mitigasi Bencana Longsor


       A.                 Definisi Longsor
 

Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Meskipun penyebab utama kejadian ini adalah gravitasi yang mempengaruhi suatu lereng yang curam.
Namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh:
1.               Erosi yang disebabkan sungai-sungai atau gelombang laut yang
             menciptakan lereng-lereng yang terlalu curam
2.               Lereng dari bebatuan dan tanah diperlemah melalui saturasi
             yang diakibatkan hujan lebat
3.               Gempa bumi menyebabkan tekanan yang mengakibatkan longsornya
             lereng-lereng yang lemah
4.                Gunung berapi menciptakan simpanan debu yang lengang, hujan 
              lebat dan aliran debu-debu                                                    
5.                Getaran dari mesin, lalu lintas, penggunaan bahan-bahan peledak,
             dan bahkan petir
6.                Berat yang terlalu berlebihan, misalnya dari berkumpulnya hujan 
             atau salju.

Wilayah rawan tanah longsor di Pulau Jawa dapat dipantau melalui satelit, yaitu memanfaatkan citra satelit  untuk bencana geologi. Wilayah rawan bencana tanah longsor terdapat di bagian selatan jawa . Wilayah Jawa Barat bagian selatan bertopografi relative lebih kasar, sehingga sering mengalami longsor. Kabupaten Tasikmalaya tersebar di bagian selatan yaitu, Bantarkalong, Bojonggambir, Salawu, Sodonghilir, Taraju, Salopa, Sukaraja, Cigalontang, Pageregeung, Ciawi, Cisayong, Indihiang, dan Tanjungjaya.
Sebagai contoh, peristiwa tanah longsor pada tangall 22 Maret 2008 di Kampung Cikaso , Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Jika dilihat dari bentuk topografinya, daerah tersebut merupakan perbukitan dengan kemiringan lereng 150-400. Dengan demikian, tingakt longsor di daerah tersebut termasuk sedang-tinggi.                   


B.                  Jenis tanah longsor 

1.          Longsoran translasi, yaitu bergeraknya masa tanah dan batuan
          pada bidang gelincir yang berbentuk rata atau bergelombang landai.


2.           Longsoran rotasi , yaitu bergeraknya masa tanah dan batuan 
          pada bidang gelincir yang berbentuk cekung.


3.           Pergerakan blok , yaitu perpindahan batuan yang bergerak pada bidang
          gelincir berbentuk rata.

4.          Runtuhan batu, yaitu pergerakan sejumlah besar batuan atau material lain
          ke bawah dengan cara jatuh bebas.


5.          Rayapan tanah adalah jenis tanah longsor yang bergerak lambat.



6.         Aliran bahan rombakan, yaitu jenis  tanah longsor yang terjadi ketika
         masa tanah bergerak akibat  adanya dorongan air.




             C .                Materi Pesan dan Mitigasi
Mitigasi adalah segala upaya yang dilakukan untuk mengurangi dan memperkecil akibat bencana alam. Tahap pencegahan dan mitigasi bencana adalah :

       1.    Menerbitkan peta wilayah rawan bencana 





       2.      Memasang rambu-rambu peringatan bahaya dan larangan 
              di wilayah rawan bencana.




       3.      Mengembangkan sumber daya manusia satuan pelaksana.  







     4. Mengadakan pelatihan penanggulangan bencana kepada warga di 
         wilayah rawan bencana.





5.      Mengadakan penyuluhan atas upaya peningkatan
       kewaspadaan masyarakat di wilayah rawan bencana.




6.     Menyiapkan tempat penampungan sementara di jalur-jalur evakuasi 
       jika terjadi bencana.



7.      Memindahkan masyarakat yang tinggal di wilayah bencana ke tempat 
       yang aman.






       8.      Membuat bangunan untuk mengurani dampak bencana, misalnya
              tanggul penahan erosi.

       9.      Membentuk pos-pos siaga bencana.




       D.          Tips Mencegah Tanah Longsor

1.  Jangan membuat sawah dan kolam pada lereng bagian atas yang dekat dengan pemukiman.

2.      Buatlah terasering(sengkedan) jika membangun permukiman atau pertanian pada lereng yang terjal.

3.      Segera menutup retakan tanah dan memadatkannya agar air tidak masuk ke dalam tanah melalui retakan.
 
4.      Jangan melakukan penggalian di bawah lereng terjal.
 
5.      Jangan menebang pohon di lereng.

6.      Jangan membangun rumah di bawah tebing.

7.      Jangan mendirikaan permukiman di tepi lereng yang terjal.

8.      Membangun rumah di lereng bukit secara benar.

9.      Jangan mendirikan bangunan di bawah tebing yang terjal.

10.  Jangan memotong tebing ketika membuat jalan.

11.  Jangan mendirikan rumah di tepi sungai yang rawan erosi.



  E.     Tanda-tanda dan penyebab tanah longsor
            Berikut ini beberapa pertanda terjadinya bencana tanah longsor:
         1.    Reruntuhan batu(rock fall) dan tanah (debris) pada jalan.
         2.      Retakan baru pada lereng, jalan, atau dinding penahan tanah.
         3.      Material berupa tanah, batuan, pohon berjatuhan dari lereng.
         4.      Air mengalir dari lereng atau saluran air konstruksi penahan tanah berubah warnanya
               dari bening menjadi coklat.
         5.      Air terkonsentrasi dan alirannya memotong badan jalan atau menuju wilayah yang
                lebih rendah
         6.      Konstruksi penahan tanah mulai rusak akibat erosi.
         7.      Saluran air rusak akibat derasnya aliran air.
         8.      Air di bagian puncak tidak tertampung lagi dan mengalir deras ke badan jalan ( banjir ).
         9.       Rembesan air semakin banyak dan terjadi secara tiba-tiba pada lereng atau konstruksi
                 penahan tanah.


Video Tentang Longsor :

1.Animasi Tanah Longsor



2.Tragedi Longsor Batu Bara



3.Fenomena Longsor , Abrasi , dan Banjir




Gif Longsor :














Tidak ada komentar:

Posting Komentar